Terima kasih

Terimakasih telah mencintaiku…

Terimakasih sudah mengungkapkan bahwa kau mencintaiku

Terimakasih sudah berkata bahwa kau rindu aku

Terimakasih sudah mengirim pesan selamat tidur kepadaku setiap malamnya

Terimakasih untuk membuatku selalu tersenyum setiap ku terima ucapan selamat pagi ketika aku terbangun keesokan harinya

Terimakasih sudah menerimaku

Terimakasih sudah bersedia untuk ku cintai

Terimakasih untuk mempercayaiku

Terimakasih sudah sempat kau titipkan hatimu kepadaku

Terimakasih untuk setiap pelukan maupun dekapan hangat yang sebentar maupun lama

Terimakasih untuk kecupan dikening setiap kali kau peluk diriku

Terimakasih untuk semua pengalaman tak terlupakan

Terimakasih untuk semua waktu yang telah kau berikan untukku

Terimakasih untuk kenangan yang tak mungkin terlupakan

Terimakasih untuk semua perhatian yang pernah kau berikan kepadaku

Terimakasih sudah menjadi inspirasi tulisan-tulisan ku

Terimakasih sudah menyediakan waktu untukku walaupun kamu tak boleh lagi menyediakannya lagi

Terimakasih untuk setiap pemberian yang sekarang (dan nanti akan masih) aku kenakan

Terimakasih sudah mendengarkan tangisan, tawa, pembicaraanku, dan keluhanku

Terimakasih untuk membuatku merasa dibutuhkan

Terimakasih sudah mencoba bertahan

Terimakasih untuk setiap kemesraan

Terimakasih untuk foto-foto kita

Terimakasih untuk tetap ada

Terimakasih sudah memulai

Dan,
Terimakasih sudah mengakhiri

Sunyi

Hari ini tak ada lagi nyanyi, atau syair yang menari di ujung pena.

Hari ini hanya ada sunyi, yang datang bersama segelintiran tangis bergelimang dalam dada.

Hari ini mentari tak lagi lembut, dari kelabunya cinta yang kemelut

Bergelut duka di dalam dada, bersandar hati di padang nista

Hari ini dia telah pergi, tak pernah kutahu kapan kembali…

Aku melihat merahnya langit

Menanti angin dalam cahaya mentari kelam

Menanti rindu berbalik rupa, adalah hayalan terindah…

“Saatku hanya terdiam menatap matamu, jauh didalam hatiku berbisik “Terima kasih tuhan, kau berikanku anugrah terindah didalam hidup ini””
“Aku terluka oleh tulusmu”
“Saat kamu menemukan seseorang yang lebih baik, kamu menjadi ragu. Ragu, entah harus berpindah kelain hati atau tetap bersamanya. Kamu lupa? Berapa banyak orang yang lebih baik darimu dan mungkin lebih sempurna darimu namun ia masih tetap memilih mu? Mempertahankanmu?”
“Mungkin kamu lupa, selama ini hanya dia yang berjuang”
“Berpura-pura ia tidak pernah hadir dan coba membuang semua ingatan. Kenyataan nya ia tak tergantikan”
“Hingga sampai saat ia pergi, dan membuang ingatannya lalu menjauh”
“Kita pernah bahagia dan terluka tepat dibawah titik jatuhnya air, setidaknya”

xxx

Saat esok tlah datang
Bukalah kedua matamu
Namun, janganlah kau menangis
Janganlah kau menyesali semua
Saat kau buka mata itu
Tataplah diriku
Diriku yang tak mungkin lagi membuka kedua mata ini
Diriku yang tak mungkin mengucap kata cinta
Diriku yang biasa menemani hari-harimu
Tataplah aku
Karena, disaatku tak bisa
Tak bisa membuka kedua mata ini
Percayalah sayang,
Hatimu
Dirimu
Separuh jiwamu
Abadi dalam tubuh ini
Hati ini
Raga ini
Kepergianku bukan akhir dari segalanya
Percayalah, suatu saat nanti
Saat mentari menyapamu kembali
Akan ada cinta sempurna
Cinta sejati yang akan menemanimu
Menemani malam-malamu
Hari-hari ceriamu
Pastikan dirimu bahagia sayang
Karena bahagiamu, bahagiaku juga

“I was walking along looking for somebody, and then suddenly I wasn’t anymore.”
“If there ever comes a day when we can’t be together, keep me in your heart. I’ll stay there forever.”